Dari: HASANNUH BZ [at] SumberUang.Com
Saya mendapatkan pelajaran baru ketika saya 'nonton' film di
televisi. Jalan ceritanya saya sudah lupa bahkan judul filmnya
saja tidak tahu --seperti itulah saya, sekarang ini daya ingat
saya makin menurun tidak mampu mengingat memori lebih lama
di dalam otak sadar saya atau memang sengaja saya tidak mengingat
nya pada saat itu-- :)
Seperti halnya saya tidak bisa mengingat nomor telepon teman,
mungkin karena kecanggihan teknologi kita tidak perlu mengingatnya,
semua bisa kita lihat di 'handphone'. Tinggal kita ingat namanya
dan langsung deh bisa kita telepon orangnya.
Makanya ketika kita ditanya berapa nomor telepon anda? Jawab anda
sebentar saya lihat dulu... Nomor telepon sendiri saja kadang
kita lupa. :)
Walaupun daya ingat saya sudah menurun tetapi ada pecakapan dalam
film itu yang sampai sekarang saya ingat bahkan terus-menerus
saya katakan pada yang lain ketika merasa tidak bersemangat.
Yaitu percakapan seorang ibu kepada anaknya dimana si anak
merasa tidak bisa melakukannya. Tetapi dengan tegas si ibu
mengatakan :
"Lihat Tujuan Kamu Nak, Jangan Melihat Jalannya."
"Mengapa Bu?"
"Kalau kamu melihat jalan saja maka hanya satu jalan yang kamu
lihat sedangkan tujuan tidak akan pernah terlihat. Tetapi kalau
kamu melihat tujuan maka akan terlihat banyak jalan menuju ke sana".
Otak saya langsung nyambung dengan memori kegagalan-kegagalan
yang selama ini saya dapatkan. Kegagalan-kegagalan yang selama
ini membuat diri ini semakin lemah karena pengaruh 'psikologi'
nya walaupun dengan tegas mulut saya berkata saya tidak akan
pernah menyerah dengan kegagalan ini tetapi tanpa kita sadari
justru hal itu terbenam dalam otak bawah sadar kita kata-kata
"saya gagal". Padahal menurut orang bijak arti gagal yang
sebenarnya adalah 'jika kita tidak pernah mencoba'.
Saya bertanya pada diri sendiri. Mungkinkah kegagalan saya ini
karena saya selalu melihat jalan tanpa mau melihat tujuannya.
Yang saya lihat adalah halangan-halangan yang sebenarnya tidak
berarti apa-apa, tetapi terlihat berat ketika saya jalani.
Yang saya hadapi batu kerikil yang banyak sehingga membuat saya
lemah. Tetapi di dalam memori otak saya itu adalah batu besar
yang menghalangi langkah saya.Yang sebenarnya kalau kita punya
tujuan batu kerikil itu masih bisa kita lewati.
Untuk itulah saya akan selalu mengingat dan memahaminya;
"LIHAT TUJUAN KAMU NAK, JANGAN MELIHAT JALANNYA"
Bagaimana dengan ANDA , sudahkah melihat TUJUAN ANDA?
.:Salam Sukses:.